Jenis Kopi Gayo Pilihan Indonesia

Indonesia adalah salah satu negara penghasil biji kopi pilihan. Salah satu daerah penghasil kopi adalah Aceh. Barangkali Anda pernah mendengar tentang kopi gayo? Kopi ini dinamakan sesuai dengan daerah asalnya di Aceh. Para penikmat kopi tentu sudah sering mengetahui bahwa kopi dari daratan tinggi paling ujung timur pulau Sumatera memiliki cita rasa khas.

Menurut mereka yang sudah pernah mencicipinya rasa kopi ini manis dan sangat khas. Banyak orang yang berbisnis kopi atau membeli biji kopi dari daratan Sumatera ini menyebutkan bahwa kopinya memiliki tekstur halus. Namun dengan rasa kental dan berat dibanding kopi dari wilayah lain di dunia. Kabarnya kopi sumatera ada yang diproses dengan cara kering (dry-processing), ada pula dengan cara dicuci ringan (semiwashed).

Kebanyakan jenis biji kopi yang ditanam di Aceh adalah biji kopi arabica. Sekitar 40 persen biji kopi arabica premium didatangkan dari sana.

Ada cerita unik mengenai kopi yang berasal dari dataran tinggi gayo di Aceh ini. Konon ketika penjajahan Belanda di bumi pertiwi ini, mereka sudah meramalkan akan permintaan tinggi pasar dunia akan keberadaan kopi tersebut. Pasalnya sejak tahun 1918, pemerintah kolonial Belanda membuat banyak perkebunan kopi untuk menyediakan biji kopi bermutu. Jadi sejarah kopi ini sangat panjang.

Tak heran bila di daerah Aceh Tengah, Bener Meriah dan Gayo Lues banyak perkebunan kopinya. Kopi gayo sendiri memang dikenal dengan kopi arabica. Jadi di Aceh kita mengenal kopi itu dan satu lagi kopi ulee kareeng yang kebanyakan dari biji kopi robusta. Kopi arabica tumbuhannya lebih besar dan berwarna hijau gelap. Tiap batang menampung 10-15 rangkaian bunga kecil kecil dan berbuah.

Buahnya juga seperti buah cherry, bentuknya oval dengan dua buah di tiap batang. Ketinggian pegunungan di atas 1200 meter dari permukaan laut membuat suburnya tanah perkebunan kopi. Tak heran bila kopi ini bercita rasa khas, tidak meninggalkan rasa pahit di lidah ketika dinikmati dan gurih.

Para penikmat kopi sangat menyenangi cita rasa berbeda yang ditawarkan kopi dari daratan tinggi Aceh ini.

Tapi meski kebanyakan dibuat dari biji kopi arabica, tidak semuanya berasal dari biji kopi itu. Adapula yang dibuat dari biji kopi robusta. Bukan hanya di Indonesia saja, penikmat kopi dari belahan dunia lain juga mengakui nikmatnya meminum kopi gayo.  Bahkan dari perkembangannya, kopi Indonesia terkenal karena keanekaragaman cita rasanya. Berbeda dengan kopi yang didatangkan biji kopinya dari Brasil atau Etiopia.

Petani kopi di Indonesia memiliki pilihan sendiri untuk mengolah biji kopinya karena keragaman wilayah penghasil. Juga dari para pemilik perkebunan kopi. Sedangkan di Brasil kebanyakan petani kopi adalah keturunan petani kaya. Sehingga tidak terlalu beragam pengolahannya, meski kualitas yang dihasilkan bisa terjaga baik.

Jika tertarik, banyak pilihan ragam untuk menikmati kopi pilihan ini. Ada yang menjual dengan kemasan khusus instan dan dipasarkan di kedai kopi atau via situs online. Tapi cita rasa kopi gayo tentunya masih terjaga. Beberapa berani menjamin bahwa kemasan produk yang dijual sengaja dibuat sedemikian rupa untuk menjaga kualitas kopinya.

Ada yang memiliki brand gayo land coffea dengan harga kemasan antara lain dari 65 ribu untuk kemasan berukuran 250 gram dan 125ribu rupiah untuk kemasan yang beratnya 500 gram. Penikmat kopi ini juga bisa menikmati kopi tersebut di kedai kopi sekelas starbucks, karena menjadi pemasok pula untuk kedai tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *